Home » Peristiwa » Ritual Allangerang Kalompoang Kerajaan Tallo
Raja Tallo - Dato Sri 2

Ritual Allangerang Kalompoang Kerajaan Tallo

Makassar PeduliĀ - Kesultanan Kerajaan Kembar Gowa-Tallo menggelar ritual Allangere Kalompoang atau pencucian benda pusaka menjelang peringatan hari jadi Kota Makassar ke-407 di Hotel Imperial Aryaduta Sabtu, (7/11/2014).

Humas atau Pacallaya Kerajaan Kesultanan Tallo Riswansyah Muksin mengatakan pencucian benda pusaka kerajaan Tallo ini dilakukan sekali dalam setahun dan dirangkaikan dengan penyematan tanda bintang bangsawan dari negeri jiran Malaysia.

Raja Tallo - Dato Sri

“Pencucian benda pusaka ini memang selalu digelar menjelang peringatan hari jadi Kota Makassar yang jatuh setiap tanggal 9 November, ” kata Riswan.

Upacara adat ini salah satu ritual paling sakral dan menjadi tradisi yang dihormati masyarakat etnik Makassar di wilayah timur Indonesia.

Prosesinya sendiri diyakini dimulai sejak pemerintahan Raja Gowa ke 14, yaitu Sultan Alauddin, Raja Gowa yang pertama kali memeluk agama Islam.

Kesultanan Raja Tallo-Gowa, I Paricu Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah Karaeng Manaba, Ma’gau/Raja Tallo XIX Mangkubumi Kerajaan Gowa juga dalam prosesi ini akan memberikan gelar bintang mahaputra atau kebangsawanan.

“Ada 6 orang yang diberikan Bintang Mahaputra Kerajaan dan gelar kebangsawanan atas jasanya membawa nama kerajaan dan tetap mepertahankan eksistensi budaya,” kata dia.

Keenam orang itu diantaranya Dato’ Lee Wee Siong, Dato’ Arief Muhammad Gul Bin Rahman Gul, Dato’ Dr. Rosy Gul, Dato’ Kahleel Mohammad Gul Bin Anif Gul, dan Dato’ Hairy Samsuddin.

Usai prosesi adat yang dilaksanakan lanjutnya, ada beberapa orang perwakilan dari kesultanan Malaysia yang masih ada hubungan rumpun dengan keturunan kerajaaan suku Bugis-Makassar juga diberikan gelar kesultanan.

Raja Tallo - Accera

Penyematan tanda penghargaan ini menandai terjalinnya kerjasama antara dua negara Malaysia dan Indonesia dalam hal pelestarian budaya hingga penyatuan rumpun kekeluargaan kerajaan yang sudah terjaga selama 200 tahun lebih.

Selain itu, kesultanan di Kerajaaan Malaysia di Selangor masih mempunyai hubungan darah dengan kesultanan Gowa-Tallo dan Kesultanan Bugis-Makassar sehingga kerjasama budaya pariwisata ini akan semakin mudah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>