Home » Headline » Aparat Kepolisian membabi Buta Masuk di Kampus UNM
11

Aparat Kepolisian membabi Buta Masuk di Kampus UNM

MAKASSAR PEDULI – Tindakan aparat kepolisian terhadap penyerangan kampus UNM yang diwarnai dengan pengrusakan dan penganiayaan mahasiswa sangat disayangkan oleh pihak kampus.

 “Kami sangat kecewa dengan aparat kepolisian, kami yang sementara di dalam kantor ikut juga ditembak tembakan gas air mata, tindakan ini sangat tidak manusiawi dan biadab,” kata Fahri pegawai UNM.

 Selain menembaki dengan gas air mata, polisi juga menganiaya sejumlah mahasiswa yang sementara mengikuti perkuliahan.

Saat kejadian, ratusan personil kepolisian masuk ke dalam kampus, mengejar para mahasiswa.

Setiap mahasiswa yang ditemukan dipukuli dan ditendang hingga berlumuran darah.

Sementara itu, saat polisi melakukan penyerangan, para mahasiswi menangis histeris, karena takut dengan tindakan brutal aparat kepolisian.

Mahasiswa yang sementara kuliah ketakutan, karena setiap jendela terdengar suara pecahan akibat dirusak oleh aparat kepolisian.

dua-jurnalis-makassar-menjadi-korban-bentrok

Selain menyerang dan merusak fasilitas kampus para personil kepolisian juga menganiaya sejumlah wartawan cetak atau elektronik pada saat liputan .

Jurnalis Metro TV dan Tempo dan sejumlah wartawan lain juga jadi korban.

Fadli wartawan Profesi dipukul polisi dan diambil memorinya, Asep fotografer Rasul dianiaya,  dan Ikrar wartawan Celebes TV dirusak handycamnya.

Wartawan TV one yang sementara live juga ditarik oleh aparat kepolisian.

aksi-demo-dipettarani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>