Home » Headline » Kasus KDRT Oknum Polisi Mengendap
unduhan

Kasus KDRT Oknum Polisi Mengendap

MAKASSAR Peduli — Sikap tegas Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel terkait penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh oknum anggota Sabhara Polres Polewali Mandar, Bripda Saharuddin kembali dipertanyakan.

Pasalnya sudah sebulan lebih proses hukum yang dilaporkan Nutrimah Ningsih (21) warga Jalan Rusa No 29, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sungai Dama Kecamatan Samarinda Ilir Kora yang taklain adalah istri pelaku belum juga berakhir pada putusan sanksi.

Nutrimah yang ditemui di Makassar, Jumat (14/11) kemarin kembali meminta keadilan terhadap tindak kekerasan yang dialaminya. Nutrimah yang sedang hamil 7 bulan tersebut mengaku kalau kasus ini dilimpahkan kembali ke Si Propam Polres Polman. Hal itu diketahui dengana danya surat nomor B/01/XI/2014/Si Propam terkait perkembangan hasil pemeriksaan perkara pelanggaran disiplin Bripda Saharuddin.

“Sudah satu bulan saya melapor. Katanya pihak Polda limpahkan kembali kasus ini ke pihak Propam Polman. Sejauh ini belum ada kejelasan terkait kapan sidang disiplinnya,” ujar Nutrimah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nutrimah nekat melaporkan suaminya sendiri, Bripda Saharuddin karena ditelantarkan setelah menikah. Selain itu, ia juga mengaku dipaksa mengisap sabu oleh Bripda Saharuddin.

Korban melaporkan suaminya yang baru menjadi polisi ini ke Polda Sulselbar dengan nomor laporan LP/117/VIII/2014/Bag Yanduan. Laporan korban diterima langsung oleh Kepala Urusan Timlap Sub Bagian Pelayanan Pengaduan Bidang Propam Polda Sulselbar, AKP Samirin.

Dalam laporan itu dijelaskan, Bripda Saharuddin menikahi Nutrimah tanpa seizin dinas. Setelah menikah, Bripda Saharuddin menelantarkan Nutrimah. Bahkan, Bripda Saharuddin tidak bisa dihubungi lagi.

“Saya hamil enam bulan sekarang hasih pernikahanku dengan Bripda Saharuddin. Tapi setelah menikah, suamiku yang masih magang di Polres Polman tidak pernah lagi pulang ke rumah. Bahkan, tidak bisa lagi dihubungi. Jadi selama enam bulan ini, saya tidak pernah dinafkahi lahir batin oleh suamiku. Makanya saya laporkan dia ke Propam Polda Sulselbar,” katanya beberapa waktu lalu.

Selain ditelantarkan, aku Nutrimah, dirinya sering dipukul, ditendang pinggangnya, dipaksa gugurkan kandungannya dan dipaksa mengisap sabu-sabu.

“Waktu itu, suami saya lagi isap sabu-sabu bersama teman-teman polisinya. Di situ saya dipaksa ikut mengisap sabu-sabu. Sering dia memukul, menendang pinggangku dan memaksa menggugurkan kandunganku,” akunya.

Nutrimah juga mengaku pernah bertemu dengan suaminya sedang bergandengan dengan wanita lain.

“Malah suamiku tidak mau mengakui saya sebagai istrinya dan memperkenalkan pacarnya itu. Sakitnya, karena pacarnya itu adalah teman lamaku,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>