Home » Headline » Mencegah terjadinya mogok operasi angkot , Tarif Pete-pete Naik Rp1.000
pete

Mencegah terjadinya mogok operasi angkot , Tarif Pete-pete Naik Rp1.000

MAKASSAR PEDULI – Pemerintah Kota Makassar menetapkan kenaikan tarif angkutan kota atau yang dikenal dengan sebutan Pete-pete naik 25 persen dari tarif lama Rp4.000 menjadi Rp5.000.

Kenaikan ini merupakan hasil rapat pembahasan penyesuaian tarif angkutan yang digelar Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan dengan Organda kota, Pengusaha angkitan, Serikat Pekerja Angkutan Kota dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Keputusan penyesuaian tarif baru angkutan kota ini menyusul penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah sejak 19 November lalu. Hanya saja penetapan tarif baru angkot ini baru akan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota yang akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muh.Sabri menyatakan, penyesuaian tarif angkot sudah harus dilakukan mengingat beban yang ditimbulkan kenaikan BBM sangat berimbas bagi ongkos operasional angkot. Angka yang disepakati, kata Sabri, sudah melalui pertimbangan dan masukan dari pengusaha angkutan dan pengemudi angkot sendiri.

“Hitung-hitungan kita dengan pengusaha angkutan, organda dan meminta pertimbangan MTI maka didapat angka kenaikan Rp.1000 itu. Ini kita tetapkan cepat untuk mencegah terjadinya mogok operasi angkot imbas dari kenaikan BBM,” ujar Sabri.

Mengenai besaran kenaikan yang mencapau 25 persen sementara pemerintah pusat hanya menetapkan kenaikan tertinggi hanya 10 persen, menurut Sabri hanya berlaku bagi Angkutan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang menjadi wewenang pemerintah provinsi dalam penetapannya. Sementara angkutan kota jenis pete-pete menjadi wewenang pemkot yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Kenaikan tarif menjadi Rp. 5000 ini berlaku untuk penumpang umum dan mahasiswa. Sementara untuk pelajar dikenakan tarif Rp.4000, ini pun disesuaikan juga dengan situasi di lapangan khusus untuk pelajar,” kata Sabri.

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Kota, Zubair menyatakan menerima penetapan kenaikan yang telah disepakati. Dengan adanya payung hukum melalui SK Walikota nantinya akan memberi jaminan bagi pengusaha angkutan untuk menarik tarif pete-pete sesuai dengan tarif baru.

“Di lapangan sudah dipakai tarif yang baru dan masyarakat juga bisa memahami bahwa kenaikan itu menjadi konsekuensi dari naiknya BBM. Namun secepatnya SK Walikota akan turun untuk menjamin operasional di lapangan,” ujar Sabri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>