Home » Headline » Sungguh Malang Nasib Nasaruddin, Menagih Utang dipukuli hingga Babak Belur
polisi

Sungguh Malang Nasib Nasaruddin, Menagih Utang dipukuli hingga Babak Belur

MAKASSAR PEDULI – Tidak terima utangnya di tagih untuk kesekian kalinya senilai Rp10.500.000, Brigadir Polisi (Brigpol) Herman, anggota Sabhara Polres Kabupaten Barru dilaporkan  akibat tindakan penganiayaan kepada Nasruddin.

Nasruddin mengungkapkan peristiwa penganiayaan dirinya, terjadi pada Sabtu, 22 November. Kemudian dilaporkan ke Polres Kabupaten Barru, pada Minggu, 23 November.

“Awalnya saya datang menagih utang, dan hal itu dua bulan lamanya saya lakukan untuk bertemu dengan Pak Herman dirumahnya. Dan ketika saya datang ke rumahnya sesuai janji Pak Herman, saya dipersilahkan masuk dan langsung dipukuli hingga babak belur di dalam sebuah kamar,”kata Nasruddin kepada wartawan di Jalan Pettarani Makassar Rabu, (26/11/2014)

Dia mengaku hingga kini leher, perut, kaki dan pergelangan tangannya masih terasa sakit.

“Namun dari peristiwa saya sudah mendapatkan visum untuk diproses lebih lanjut, dan saya sangat bersyukur karena saya terselamatkan oleh mertua Pak Herman yang saat itu melihat adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anak mantunya,”urai Nasruddin.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Barru, AKBP Yoseph Sriyono ketika dikonfirmasi, Rabu, 26 November, mengaku pihaknya sudah memintai keterangan lima orang saksi dari balik kasus penganiayaan anggotanya yang bernama Brigpol Herman yang kesehariannya bertugas di SPK Polres Barru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>